Beberapa fakta yang saya temuin ttg baterai laptop sebagai pemakai laptop dari orok.

Banyak orang menganggap kalau menancapkan charger terus2san saat memakai laptop dengan kondisi baterai terpsang adalah oke2 saja, karena laptop ada sirkuit proteksi yang otomatis memutuskan listrik saat baterai sudah penuh. Namun ternyata tidak sesimple itu, ini adalah alasannya.

1. Musuh utama dari baterai lithium adalah overcharge. Meskipun di laptop2 sekarang ada intelligent circuitnya yang stop charging setelah baterai penuh, namun saat baterai sudah berkurang lagi (karena sambil dipakai) akan otomatis charge lagi hingga penuh lagi, dan akan berulang. Masalahnya, sebenarnya setelah penuh dia ga akan langsung putus, namun msh ada waktu beberapa detik hingga menit sebelum sirkuitnya benar2 bekerja untuk memutuskan aliran charging. Nah pada saat inilah overcharge terjadi.

Jika ini diulang2 (karena laptop agan nyolok terus, dipastikan Baterai akan drop dengan cepat)

2. Musuh kedua lithium adalah life cycle. Baterai lithium mempunyai life cycle tertentu dimana tiap kali charge kapasitasnya akan semakin berkurang.

Saat sirkuit pemutus charge otomatis bekerja (memutuskan aliran listrik charge karena udah penuh, lalu otomatis mengisi lagi saat baterai udah tidak full), Mengisi baterai dari 99% ke 100% itu dianggapnya sama saja dengan mengisi dari 1% ke 100% atau 20% ke 80%, Jadi disini intelligent charging circuit malah jadi bumerang, karena akan mengurangi sisa life cycle baterai.

3. Saat baterai di charge dan di pakai secara bersamaan, panas yang dikeluarkan akan lebih besar karena ada 2 buah kondisi proses energi.

Panas yang dihasilkan bisa hampir ga kerasa sampai kerasa banget tergantung tipe laptop, padahal kita tahu panas berlebih adalah salah satu musuh utama dari perangkat elektronik…

Memakai laptop dengan memasang baterai dan charger secara bersamaan dan terus menerus, dipastikan 1/2 tahun saja kapasitas baterai anda akan drop bisa cuman sisa tinggal 1/2 nya saja dari kapasitas awal. Dan ga sampai setahun baterai anda cuman bisa ksh listrik 5-10 menit sebelum laptop padam.

Memang baterai lithium. Walaupun ga dipakai, setiap tahun kapasitasnya akan drop dengan sendiri kurang lebih 25% dari kapasitas awal saat dia dibikin (normalnya memang kayak gini gan), namun ada cara2 agar baterai laptop awet dipakai hingga 2 bahkan 4 tahun, dengan catatan kapasitasnya pasti berkurang, namun masih layak dipakai.

Cara pemakaian baterai laptop yang benar.

1. Cara kompromi : Charge baterai hingga 95%an (ga perlu 100%), pakai hingga baterai mau habis 5-10% tergantung tipe laptop, ada laptop yang 15% uda sekarat (laptop yang besar dan haus daya) ada juga yang 5% msh santai (netbook). Baru colok lagi charger sambil dipakai. Inget kalau udah mau penuh (95%an) lepas charge ulangin lagi.

2. Cara sedikit repot: Sama kayak diatas, cuman pas mau charger, laptop standby/matiin/jangan dipakai, pas udah ijo/full copot charger. Disini inteligent circuitnya biasanya bekerjanya bener, jadi ga terjadi disconnet dan charge yang berulang (karena sambil dipakai) yang menyebabkan penurunan umur baterai.

3. Cara repot. Matiin laptop, charge ampe ijo, lepas charger, lepas baterai lalu simpen di tas. Pake laptop via UPS biar aman. Pas lagi travel baru dipasang lagi tuh baterai. Cara ini ga bisa dipakai untuk laptop dengan tipe baterai yang built in (contoh: MACBOOK UNIBODY)

Test drive.
Dengan laptop baru, metode 1 umur baterai setelah 2 tahun kurang lebih capacity dari kondisi awal msh 30-40%.
Metode 2 msh sisa 40-60%
Metode 3 msh sisa 50-70%

Segitu aja masukan dari ane.
Semoga baterai awet.

Sumber: http://my.opera.com

Pic: http://www.made-in-china.com